Senin, 07 November 2022

Zoom sharing metode pembelajaran

 


Pada ngapain ini ya di Zoom ????? 
ini lah rutinitas kami, guru Safin Pati Sports School setiap hari selasa, kita sama-sama belajar. Untuk hari ini kami saling memperlihatkan bagaimana cara kita mengajar di kelas kita. Banyak metode yang digunakan dalam pembelajaran kita. Ada yang menggunakan media, ada yang menggunakan permainan, ada yang secara individual dan masih banyak yang lain. Ketika saya melihat media pembelajaran dari teman-teman saya merasa banyak media pembelajaran baru yang saya kenal. Terima kasih teman-teman untuk share media pembelajarannya. 

dalam pembelajaran saya mungkin lebih ke praktik ya, mungkin hanya itu-itu saja, dengan melihat pembelajaran yang lain jadi pengen nih untuk melakukan hal yang serupa. Next time bisa lah ketika materi masuk untuk mencobanya.

Tak lupa dengan bu Capri terima kasih karena beliau kita bisa saling kolaborasi untuk media pembelajaran yang ada. mungkin kalau tidak lewat seperti ini kita tidak mau tau bagaimana cara temen kita mengajar dan intropeksi dengan pembelajaran yang kita lakukan. Selalu dapat ide baru, selama saya mengajar bertahun-tahun belum pernah saya dapat kayak gini, sekali lagi terima kasih buk.

Tetap senyum dan selalu belajar 😁😁😁😁😁😍😍😍😍

Saya Sebel Di Kasih PR Bu Capri

 

Gambar 1

Gambar 2                                                Gambar 3

Sebel sama bu Capri !! ya itu yang saya alami. 
Sebelnya kenapa ? 
Seminggu kemarin saya selain mengajar juga harus menfoto kondisi pembelajaran di kelas saya. Untuk gambar 1 disitu menggambarkan anak-anak sedang saya kasih teori dan materi dulu sebelum praktek, cara ini saya ambil dari saran dari Bu Capri karena kemarin waktu saya terangkan ada anak yang tidak mendengarkan tapi malah main games. jadi saya coba saat menerang anak-anaknya saya suruh kedepan dulu baru mereka praktek. 
Gambar ke 2 dan ke 3 disini saya melakukan penilaian kepada kelas. Kenapa ada yang di depan ? ya itu cara saya supaya anak langsung praktek sendiri karena kalau penilaian cuma lewat komputer masing-masing biasanya mereka diajari temennya dan ada yang bergantung pada temennya. kalau seperti ini jadi anak berusaha sendiri ketika di depan. Dan mereka latihan sungguh-sungguh dibelakang.

terima kasih bu capri karena foto ini saya bisa lihat pembelajaran kelas saya, tidak hanya melaksanakan saja.

Bu Capri Nyebelin tapi Membangun .... 
Ambil sisi positifnya 

Minggu, 06 November 2022

10 November (Hari Pahlawan)

 

        10 November murapakan hari dimana bangsa Indonesia memperingati hari tersebut sabagai Hari Pahlawan. Hari tersebut ditetapkan sebagai Hari Pahlawan berdasarkan Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 untuk mengenang jasa-jasa yang telah diberikan oleh pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa kita. 
        Banyak sekali pahlawan yang telah berjuang untuk Bangsa Indonesia, disini salah satunya adalah Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara atau yang memiliki nama lengkap Raden Mas Soewardi Soejaningrat, beliau adalah seorang tokoh pelopor pendidikan di Indonesia. Beliau juga sebagai pendiri sekolah Tamansiswa, sekolah yang dilandasi dengan kebudayaan bangsa Indonesia dan mengajari budi pekerti yang baik kepada anak Indonesia serta mencintai tanah air.
        Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh yang menjadi inspirasi. Kelebihan beliau  disamping sekolah yang telah didirikan dan gelar-galar yang diperoleh adalah kegigihannya dan semangatnya untuk membuat pendidikan Indonesia Maju walaupun sampai diasingkan berkali-kali oleh Belanda. Tetapi beliau tetap berjuang keras untuk Bangsa Indonesia ini. karya beliau yang sampai saat ini masih digunakan untuk pendidikan Indonesia adalah semboyannya "Tut Wuri Handayani". Tapi dari itu semua beliau juga mempunyai kekurangan salah satunya ketika beliau terlalu fokus pada suatu hal beliau sampai lupa dengan tanggung jawabnya sendiri, waktu itu beliau masih seorang pelajar, beliau sampai tidak naik kelas karena memikirkan hal lain. 
        Dari beliau kita harus belajar, beliau berjuang untuk pendidikan Indonesia di zaman penjajahan Belanda saja mampu, kita yang berjuang untuk pendidikan sekarang harus lebih baik lagi untuk mendidik anak-anak Indonesia supaya mereka memiliki budi pekerti yang baik, sopan santun dan bisa berguna untuk dirinya sendiri, orang tuanya, masyarakat sekitarnya dan untuk Negara Indonesia pastinya.