Selasa, 13 Desember 2022

Kerja Keras dan Berfikir Positif

 


Zoom meet hari ini kita dapat banyak pelajaran, materi yang diberikan Bu Capri hari ini cukup simple tapi banyak yang didapat. terdapat 3 point yang saya dapat yaitu jangan pernah patah semangat, jangan malu ketika gagal dan berfikir positif.
Untuk poin yang pertama saya melihat dari video auto biografi dari seorang pebasket dunia yaitu Michael Jordan yang ditayangkan oleh Bu Capri. Waktu Michael Jordan berusia 15 tahun punya cita-cita yaitu menjadi pebasket profesional, bukan perjalanan yang murah untuknya bisa menjadi pemain basket profesional. Banyak kegagalan yang dia alami dari tidak lolos seleksi karena tinggi badan sampai gagal melakukan shot pada pertandingan, tapi dia tidak sedikitpun patah semangat ketika dia mengalami kegagalan dia memejamkan mata dan bermimpi bagaimana supaya namanya berapa di list ruang ganti pemain. Jadi ketika kita memiliki mimpi kita harus kerja keras untuk mecapainya dan jangan putus asa karena suatu kegagalan, karena kegagalan merupakan awal dari keberhasilan.

Kemudian point kedua yaitu jangan malu ketika gagal, ini yang harus jadi pembelajaran kepada siapapun. Rata-rata orang yang telah gagal pasti akan merasa malu dan untuk menutupi malunya kemudian dia lari dari apa yang diimpikan untuk menjadi hal baru yang bisa diraih. Tapi itu bukan solusi melainkan hanya pelampiasan saja, kalau kita punya mimpi maka berusahalah untuk meraih mimpi tersebut dan ketika mengalami kegagalan jangan langsung lari. Itulah yang dilakukan oleh Michael Jordan, waktu dia tidak menjadi pemain utama dia tetap berada disana walaupun sebagai kitman/orang yang membawa baju pemain walaupun dilihat oleh orang tuanya tetap saja dia tidak malu.

Point terakhir yang saya dapat perfikir positif, apapun yang kita lihat cobalah untuk berfikir positif. Jangan pernah memandang rendah ataupun negatif apapun, coba kita lihat sisi positif yang ada karena semua pasti ada sisi positifnya. Tadi dilihatkan foto seorang tukang sapu yang sedang membersihkan daun, disitu saya berfikiran negatif dengan memberi komentar jangan sampai jadi orang seperti dia. Mungkin itu motivasi tapi kata-katanya sangat kasar, jadi akan lebih lembut lagi kalau kita bilang belajar yang rajin supaya kamu bisa memudahkan pekerjaannya. Secara tidak langsung itu untuk supaya tidak ingin menjadi seperti tukang sapu itu. 

Itulah beberapa pembelajaran yang kita dapat hari ini, jadi jangan patang semangat, jangan malu dalam kegagalan dan selalu berfikir positif. Itu yang perlu kita tanamkan pada diri kita dulu sebelum kita ajarkan kepada orang lain.

Senin, 12 Desember 2022

Chromebook, Menulis, Managemen Waktu dan Jadi Kopi

 


Senin 12 Desember 2022, hari ini adalah hari pertama kita guru Safin Pati Sports School tidak bertatap muka dengan anak-anak. Karena mulai hari ini anak-anak sudah kembali ke kampung halamannya. Alhamdulillah untuk hari ini kita seperti biasa belajar bersama, ya pastinya didampingi dengan konsultan yang selalu memotivasi kita untuk jadi lebih baik lagi yaitu Bu Capri. Untuk hari ini saya sendiri cuma sebagai pendengar yang baik tetapi juga sebagai narasumber untuk materi yang pertama yaitu pengenalan chromebook. Ya ... kemarin Pak Sigit selaku Plt Kepala SMP Terpadu Bina Bangsa menerima 15 buah bantuan chromebook untuk pembelajaran anak-anak, karena ini pertama kali memegang chromebook otomatis kita masih kurang familiar dengan apa yang ada pada chromebook. Kebetulan Bu Capri memberi kepercayaan saya untuk membimbing teman-teman supaya bisa menggunakan chromebook itu sendiri. Disini saya juga baru pertama kali memegang chromebook itu sendiri tapi karena kepercayaan yang diberikan ke saya jadi saya belajar terlebih dahulu untuk penggunaan chromebook baik dari pengertian, keunggulan dan penggunaannya. 

 Tidak hanya sampai disitu saja sesi kedua diisi oleh Bu Capri, Materi pentama yang disampaikan oleh Bu Capri yaitu tentang Pentingnya Menulis Jurnal pada Anak. Pertama disini kita diberika sebuah link yang berisi tentang Pentingnya Menulis Jurnal pada Anak. Setelah saya membaca artikel tersebut ternyata ada beberapa aspek yang secara tidak langsung jadi manfaat dari menulis jurnal tersebut diantaranya : 
  1. Dengan sering menulis jurnal anak akan memperkuat kemampuan dalam menulisnya, disini sesuai dengan yang saya alami sendiri.
  2. Meningkatkan kemampuan anak dalam membaca dan memahami, karena pastinya untuk bisa menulis jurnal kita harus membaca dan memahami terlebih dahulu.
  3. Merasa senang dalam hal menulis, karena menjadi keseharian dalam menulis jurnal pastinya anak akan merasa senang dengan melakukannya.
  4. Karena banyaknya hal yang ditulis anak jadi bertambah kreatifitasnya.
  5. Memunculkan sudut pandang yang berbeda.
  6. Mengekpresikan apa yang dilakukan dalam setiap kegiatan.
  7. Meningkatkan pemahaman lebih detail lagi.

Kemudian disesi berikutnya Bu Capri mengajarkan kita bagaimana memanagemen waktu, karena waktu tidak akan bisa terlulang lagi. Kita diberi waktu dalam 1 hari itu 24 jam untuk melakukan kegiatan, belum untuk waktu istirahat jadi kita harus memaksimalkan waktu yang ada. Disini kita diajarkan untuk lebih merencanakan sesuatu sebelum pelaksanaan, supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal sesuai yang kita harapakan. Selain perencanaan hal yang penting untuk memaksimalkan waktu yaitu dengan memprioritaskan mana yang merupakan kebutuhan penting, mendesak, tidak penting dan tidak mendesak. Jadi kita tahu mana yang harus kita lakukan terlebih dahulu.

Dan pembahasan yang terakhir adalah kita disuruh memilih diawal mau jadi wortel, telur atau kopi. Pilihan awal saya ketika itu ingin menjadi kopi, kenapa saya memilih menjadi kopi karena kopi itu bisa hadir ketika orang meraasa jenur dan penak dalam berfikir. Eh ternyata waktu dijelaskan Bu Capri antara wortel, telur dan kopi ini memiliki sifatnya masing-masing. Yang pertama wortel, telur itu sendiri ketika diberikan air panas wortel yang tadinya keras akan jadi lunak. Nah ini kita jangan sampai seperti itu ketika dapat pekerjaan yang banyak dan tanggung jawab yang lebih jangan merasa lemas. Kemudian yang kedua adalah telur, telur ketika diberikan air panas, yang tadinya lembut akan menjadi keras atau kaku. Ini pun jangan ditiru dengan kelembutan yang sudah dimiliki tapi karena banyaknya cobaan menjadikan kita kaku dan angkuh. Yang terakhir yaitu kopi, nah bersifatlah seperti kopi, kopi ketika diberikan air panas dia akan menyesuaikan air tersebut tanpa harus menghilangkan aroma wangi kopi yang ditimbulkan. Jadi dengan keadaan yang ada kita tetap bisa mengajarkan yang baik kepada anak didik kita. Itu yang paling tetap untuk kita terapkan sebagai seorang guru.


Begitulah kegiatan dalam sehari ini banyak ilmu baru yang saya dapatkan, dan pembelajaran-pembelajaran baru yang bisa saya lakukan kedepannya. Terutama untuk menagemen waktu dan menulis itu sendiri, wah tidak terasa ternyata dalam artikel iti banyak hal yang saya tulis. Ini semua karena seringnya dalam menulis, tadinya yang males-malesan dalam hal menulis sekarang eh banyak yang saya tulis. Hehehehehe ......

Tetep Belajar dan Terus Belajar..... 

Senin, 05 Desember 2022

Pendidikan Karakter

 

Pendidikan karakter, kenapa saya membaas ini? karena kejadian diminggu kemarin. Minggu kemarin memangnya ada apa ? Minggu kemarin ada seorang siswa yang dimana mencerminkan karakter yang kurang bagus. 

Awalnya sih tidak ada masalah apa-apa. Tapi waktu akhir pekan saat pembelajaran sudah mulai santai karena di hari sabtu seperti biasa kita mengerjakan projek tidak bergelut dengan pelajaran matematika dan yang lain. Setelah selesai dari pembelejaran projek ternyata ada siswa yang melapor telah kehilangan barang miliknya, otomatis semua managemen dikita langsung bergerak untuk mencari barang tersebut. Pencarian berlanjut dari kamar ke kamar, semua tempat penyimpanan kita bongkar. Tapi apalah daya seharian kami tidak mendapatkannya, kemudian tim menghentikan pencarian. Saya sendiri tak benhenti sampai situ, saya pulang dirumah tetap penasaran coba cari di jual beli online bekas, Eh ternyata muncul kita diskusikan dengan tim managemen dan security sebelum menindaklanjutinya. Setelah bukti-bukti jelas kemudian kita memanggil yg bersangkutan untuk meminta keterang ternyata benar dialah yang mengambil barang tersebut. Dan ini sangat disayangkan karena anak ini dimata kaki dia itu pendiam tidak banyak ulah, walaupun kadang berangkat pun malas-malasan. 

Disini kami lalai dengan harusnya membimbing mereka, termasuk anak tersebut. Entah yang dilakukan anak tersebut karena terpojok masalah keuangan atau memang sudah sering melakukan hal itu. Tetap saja ini harus tanggung jawab kita, kalau anak ada masalah kita harus tau dan memberi solusi kepada mereka. Ini tugas kita bagaimana kita mengenali karakter-karakter anak dan bagaimana kita mengarahkan karakter anak supaya bertindak yang baik. Jika ada masalah bagaimana mengambil tindakan tanpa harus memunculkan karakter arogan dan merugikan orang lain. 

Semoga ini kejadian terakhir yang terjadi, dan tidak terulang lagi. Semoga kita bisa lebih baik lagi dalam menanamkan karakter ke anak. Supaya mereka tidak salah dalam bertindak. 

💪💪💪💪